QUALITY ASSURANCE

AFIYATUL FADILAH
Program Pendidikan Agama Islam STAI Salahuddin Pasuruan
afiya1513@gmail.com

Abstrak : Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi metodologi Quality Finction Deployment (QFD) untuk membangun jaminan kualitas bagi institusi pendidikan. QFD adalah alat manajemen yang menyediakan proses penghubung visual untuk membantu tim fokus pada kebutuhan pelanggan di seluruh siklus pengembangan total dari suatu produk atau proses. Ini menyediakan sarana untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam persyaratan teknis yang sesuai untuk setiap tahap siklus hidup pengembangan produk/proses. Ini membantu mengembangkan produk yang lebih berorientasi pelanggan dan berkualitas tinggi, baik barang maupun jasa.

Kata kunci: Kualitas, Fungsi, Assurance, Deployment

Abstract: This article intent to explore the Quality Finction Deployment (QFD) methodology in order to construct quality assurance for the educational institutions.. QFD is management tool that provides a visual connective process to help teams focus on the needs of the customers throughout the total development cycle of a product or process. It provides the means for translating customer needs into appropriate technical requirements for each stage of a product/process-development life-cycle. It helps to develop more customer-oriented, higher-quality products, both goods and services.

Key words:  Quality, Functions, Assurance, Deployment


 

 

A.    PENDAHULUAN

Perkembangan sekaligus persaingan diantara perguruan tinggi di Indonesia sejauh ini tengah berlangsung sejalan dengan dinamika internal organisasi masing-masing institusi pendidikan. Fenomena tersebut dipengaruhi selain oleh dimensi permintaan pasar, seperti jurusan dan fakultas, atau konsentrasi studi spesifik yang diminati oleh calon peserta didik, dan dipengaruhi pula oleh faktor regulasi dan kebijkan pemerintah terkait penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi.

Kualitas telah menjadi isu kritis dalam persaingan modern dewasa ini, dan hal itu telah menjadi beban tugas bagi para manager menengah. Dalam iklim persaingan yang ada antara PTN dengan PTS atau persaingan sesama PTS demikian, salah satu hal yang wajib untuk ditingkatkan adalah efektivitas kinerja dalam proses belajar mengajar dan perbaikan atmosfir akademik. Oleh karena itu institusi perguruan tinggi perlu membangun standardisasi mutu atau kualitas yang ingin dicapai serta proses Penjaminan Mutu (Quality Assurance) yang perlu dilakukan. Terkait tujuan tersebut, pihak pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun Sistem penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT), dengan2003 telah menfasilitasi PTN/PTS untuk membangun dan menerapkan Buku Pedoman Penjaminan Mutu yang kemudian direvisi dan diikuti dengan penerbitan beberapa Buku Best Practice. Komitmen tersebut kemudian dikukuhkan dalam ketetapan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi SPMPT akan relative berbeda bagi Perguruan Tinggi “besar” dan Perguruan Tinggi yang lebih kecil, dan tentunya juga akan berbeda antara PTN dan PTS. Pada kenyataannya, PTS menghadapi dilematis internal maupun eksternal yang lebih kompleks, dimana pada umumnya akan terkait pada kondisi dan kebijakan finansial organisasi. Kepentingan untuk mengembangkan diri dengan memperbanyak layanan (program studi/jurusan/ fakultas) guna memperbesar pasar tidak akan produktif jika tidak dibarengi dengan fasilitas dan layanan yang berkualitas. Situasi demikian mendesak PTS maupun PTN dengan kemampuan sumber daya terbatas untuk mampu mengelola penyelenggaraan pendidikan secara efektif dan efisien dengan standar mutu yang disyaratkan, bahkan dituntut untuk peningkatan standar mutu secara berkelanjutan (Continuous Quality Improvement).

B.     PEMBAHASAN

1.      QUALITY ASSURANCE

Jaminan kualitas (Quality Assurance) adalah jaminan yang digunakan untuk memberikan keamanan atau kepercayaan terhadap produk yang dibuat oleh sebuah perusahaan. Secara umum, tugas dan juga tanggung jawab yang diemban oleh Quality Assurance meliputi pemantauan, pengujian, serta peninjauan semua produk yang terlibat didalam proses produksi dari produk yang dihasilkan.

Jika semua persyaratan dan standar kualitas yang diinginkan telah diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan rencana demi memenuhi persyaratan serta standar kualitas yang diinginkan oleh para konsumennya.

Jadi, jaminan kualitas (QA) adalah sebuah pendekatan berbasis PROSES, yang bertujuan untuk mengurangi adanya produk cacat dari tahap perencanaan hingga ke fase pengiriman produk kepada para konsumennya. Sehingga hal ini akan mengurangi proses duplikasi (pengerjaan ulang) dan keluhan dari para konsumen, yang akan menyebabkan hilangnya reputasi perusahaan dan biaya karena kualitas yang buruk.

Buku Pedoman Penjaminan Mutu yang kemudian direvisi dan diikuti dengan penerbitan beberapa Buku Best Practice. Komitmen tersebut kemudian dikukuhkan dalam ketetapan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi SPMPT akan relative berbeda bagi Perguruan Tinggi “besar” dan Perguruan Tinggi yang lebih kecil, dan tentunya juga akan berbeda antara PTN dan PTS. Pada kenyataannya, PTS menghadapi dilematis internal maupun eksternal yang lebih kompleks, dimana pada umumnya akan terkait pada kondisi dan kebijakan finansial organisasi. Kepentingan untuk mengembangkan diri dengan memperbanyak layanan (program studi/jurusan/ fakultas) guna memperbesar pasar tidak akan produktif jika tidak dibarengi dengan fasilitas dan layanan yang berkualitas. Situasi demikian mendesak PTS maupun PTN dengan kemampuan sumber daya terbatas untuk mampu mengelola penyelenggaraan pendidikan secara efektif dan efisien dengan standar mutu yang disyaratkan, bahkan dituntut untuk peningkatan standar mutu secara berkelanjutan (Continuous Quality Improvement). Sementara itu, quality assurance hanya memastikan bahwa produk sudah dapat bekerja dengan baik dan memaparkan masalah apa saja yang perlu diperbaiki. Sebenarnya tidak hanya perusahaan software saja yang membutuhkan QA, banyak juga QA yang ditempatkan di perusahaan lain seperti consumer goods. Selain untuk meringankan pekerjaan para developer

 

2.      TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB QUALITY ASSURANCE

Apakah tugas seorang QA hanya sebatas memeriksa, menguji coba, dan memberikan saran terhadap produk?

Belum tentu. Pasalnya, pekerjaan mereka akan disesuaikan kembali dengan kebutuhan perusahaan.Meskipun demikian, ada beberapa tugas dan tanggung jawab yang wajib dikerjakan oleh semua quality assurance. Berikut adalah penjelasannya :

•      membuat draf, mengintepretasikan, dan mengimplementasikan standar QA dan standar prosedur untuk organisasi

•      mengevaluasi regulasi baru dan regulasi yang sudah ada untuk memastikan protokol para QA sesuai dengan persyaratan

•      memastikan kembali kualitas produk setelah selesai diedit dan diuji coba

•   mencatat semua hasil audit sebagai referensi termasuk dengan statistik data tentang kualitas dari produk

•   mengembangkan proses pelatihan untuk masing-masing individu yang terlibat atau berinteraksi dengan produk

•   memastikan kembali penyesuaian yang sedang terjadi serta risiko manajemen yang  dapatmempengaruhi organisasi

•  mengembangkan, memberikan rekomendasi, serta mengontrol tindakan korektif dan preventif.

3.      MANFAAT QUALITY ASSURANCE

Setelah melihat definisi dan tanggung jawab para QA, jelas bahwa proses kerjanya merupakan hal yang penting bagi perusahaan.

Pasalnya, ia mampu tingkatkan kualitas produk perusahaan sambil mengurangi kerugian dan potensi risiko kegagalan.

Tak hanya itu, quality assurance juga menawarkan sejumlah manfaat lain yang bisa menguntungkan perusahaan dan customer.

Nah, berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa perusahaan raih dari proses kerja QA, sesuai paparan The Important Site.

•      Efisiensi waktu kerja meningkat.

•      Proses kerjanya tak memakan biaya yang banyak.

•      Meningkatkan kepercayaan pelanggan pada produk perusahaan.

•      Mampu meningkatkan dan memperbaiki reputasi bisnis perusahaan.

•      Kualitas produk akan terus meningkat secara konsisten.

•      Menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif.

4.      SKILL DAN JUGA KUALIFIKASI QUALITY ASSURANCE

Jika Anda tertarik untuk berkarir pada bidang ini, maka Anda harus memiliki pengalaman, khususnya di dalam bidang produksi suatu industri. Selain itu, Anda juga harus memiliki latar belakang yang sesuai. Terlepas dari hal tersebut, northeastern university menjelaskan skill apa saja yang harus dipenuhi oleh seorang quality assurance,  skill tersebut adalah sebagai berikut:

•      Bisa memahami, dan menginterpretasi dan juga berkomunikasi dengan data yang ada

•      Memiliki keahlian manajemen proyek dengan tingkat tinggi

•      Memahami bagaimana suatu produk maupun mempengaruhi kehidupan manusia.

5.      TEKNIK DAN ALAT QUALITY ASSURANCE

Terdapat tiga teknik ataupun alat yang digunakan untuk menjamin kualitas suatu produk yaitu Quality Audit, Process Analysis, Quality Management and Control Tools. Dalam Quality Audit, suatu tim ahli yang berasal dari pihak ketiga eksternal (bukan dari internal perusahaan) akan melakukan peninjauan proses dan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan. Apabila ditemukan perbedaan antara apa yang dilakukan dengan apa yang dinyatakan dalam prosedur atau proses, maka perusahaan yang bersangkutan (perusahaan yang diaudit) diminta untuk melakukan tindakan perbaikan (Corrective Action). Pihak ketiga dari eksternal tersebut juga akan memberikan saran-saran untuk perbaikan pada proses-prosesnya.

 Quality Audit ini memastikan proses dan prosedur yang telah disetujui dan yang telah ditentukan tersebut dilaksanakan dengan baik dan diikuti oleh pihak yang bersangkutan.

Process Analysis adalah menganalisis setiap proses untuk menemukan kemungkinan atau potensi terjadinya produk cacat ataupun proses-proses yang tidak memiliki nilai tambah.

Quality Management dan Control Tools mencakup berbagai teknik diagram yang membantu untuk menemukan permasalahan, ide perbaikan, pengambilan keputusan dan prioritas permasalahan yang harus diselesaikan. Contoh alat-alat Quality Management and Control Tools ini diantaranya seperti Diagram Pohon, Diagram Afinitas, Diagram Jaringan dan lain-lainnya.

 

6.      JENJANG KARIR QUALITY ASSURANCE

Berkarir dalam dunia quality assurance ternyata mempunyai banyak sekali keuntungan. Salah satunya adalah banyak pilihan karir yang sangat luas. Bila mengikuti urutan jenjang karir, maka Anda memiliki promosi menjadi QA manager, itu bila Anda merangkak dari posisi junior.

Selain itu, mereka yang berkecimpung di dunia quality assurance juga bisa melakukan lompatan dalam karirnya. Berikut ini adalah pilihan karir berdasarkan tech beacon :

a.      Product Manager

Product manager bisa menjadi salah satu pilihan profesi yang masih berkaitan dengan quality assurance dengan keterbiasaan untuk menganalisa mengaudit dan juga memberikan solusi pada suatu produk, maka para quality assurance sudah mempunyai skill problem solving yang sudah sangat matang.

b.      DevOps

DevOps adalah serangkaian pekerjaan yang mengotomatisasikan proses antara pengembangan produk dan juga pengembangan tim agar mereka bisa melakukan proses pembuatan, tes, dan juga perilisan produk agar bisa lebih cepat dan juga lebih handal.

Pekerjaan DevOps dan quality assurance bisa dibilang sangat berdekatan karena keduanya sama-sama mencoba terlebih dahulu produk sebelum bisa dipasarkan ke masyarakat. Perbedaan utamanya, dalam DevOps Anda harus memiliki kemampuan suatu bahasa pemrograman atau memiliki kemampuan dalam pembuatan produk teknik. Jadi, jika Anda ingin beralih dari quality assurance, maka Anda bisa lebih dahulu belajar tentang bahasa pemrograman dan juga alat yang akan digunakan.

c.       Customer Experience Leader

Seorang quality assurance yang baik akan memiliki pengetahuan dan juga fokus pada customer-nya mereka akan lebih fokus mengutamakan sudut pandang customer saat mereview suatu produk. Dengan kepekaan pada customer service maka seorang quality assurance juga bisa menjadi seorang customer experience yang berusaha untuk memenuhi ekspetasi seluruh customer.

d.      IT Management

Salah satu skill atau keahlian yang diperoleh dalam bekerja menjadi quality assurance adalah skill berpikir secara kritis dan mampu menggambarkan suatu keadaan dalam ruang lingkup gambaran yang sangat besar. Salah satu tugas dari quality assurance juga memberikan pelatihan kepada para juniornya yang akan memegang kendali pada suatu produk.

Seorang quality assurance juga harus terbiasa dengan melakukan pekerjaannya secara runut,  sehingga menjalankan suatu manajemen bukanlah suatu perkara yang susah lagi.

 


 

 

 

C.                    PENUTUP

KESIMPULAN

Demikianlah penjelasan dari kami tentang quality assurance. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa

Jaminan kualitas (Quality Assurance) adalah jaminan yang digunakan untuk memberikan

keamanan atau kepercayaan terhadap produk yang dibuat oleh sebuah perusahaan. Secara

umum, tugas dan juga tanggung jawab yang diemban oleh Quality Assurance meliputi

pemantauan, pengujian, serta peninjauan semua produk yang terlibat didalam proses

produksi dari produk yang dihasilkan.

       Jika semua persyaratan dan standar kualitas yang diinginkan telah diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah mengembangkan rencana demi memenuhi persyaratan serta standar kualitas yang diinginkan oleh para konsumennya. Jadi, jaminan kualitas (QA) adalah sebuah pendekatan berbasis PROSES, yang bertujuan untuk mengurangi adanya produk cacat dari tahap perencanaan hingga ke fase pengiriman produk kepada para konsumennya. Sehingga hal ini akan mengurangi proses duplikasi (pengerjaan ulang) dan keluhan dari para konsumen, yang akan menyebabkan hilangnya reputasi perusahaan dan biaya karena kualitas yang buruk.  quality assurance adalah tim yang memiliki tanggung jawab untuk memastikan suatu produk yang sudah diciptakan oleh perusahaan bisa berfungsi dan juga berjalan dengan baiK. Tim ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan tingginya kualitas suatu produk sebelum bisa dipasarkan ke pasar. Namun, hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan oleh perusahaan adalah tentang manajemen keuangan atau mengelola dana perusahaan secara lebih baik dan juga efektif.

Tugas dan tanggung jawab quality assurance :

·    membuat draf, mengintepretasikan, dan mengimplementasikan standar QA dan standar prosedur untuk organisasi mengevaluasi regulasi baru dan regulasi yang sudah ada untuk memastikan protokol para QA sesuai dengan persyaratan

·        memastikan kembali kualitas produk setelah selesai diedit dan diuji coba

·   mencatat semua hasil audit sebagai referensi termasuk dengan statistik data tentang kualitas dari produk

·  mengembangkan proses pelatihan untuk masing-masing individu yang terlibat atau berinteraksi dengan produk

·       memastikan kembali penyesuaian yang sedang terjadi serta risiko manajemen yang dapat mempengaruhi organisasi

·  mengembangkan, memberikan rekomendasi, serta mengontrol tindakan korektif dan preventif.

Manfaat quality assurance :

·         Efisiensi waktu kerja meningkat.

·         Proses kerjanya tak memakan biaya yang banyak.

·         Meningkatkan kepercayaan pelanggan pada produk perusahaan.

·         Mampu meningkatkan dan memperbaiki reputasi bisnis perusahaan.

·         Kualitas produk akan terus meningkat secara konsisten.

Terdapat tiga teknik ataupun alat yang digunakan untuk menjamin kualitas suatu produk yaitu Quality Audit, Process Analysis, Quality Management and Control Tools.

 

 


 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Muslimah, 2011. Metode QFD? Apa Sih??. kNowLeDge oF inDustriaL

EnviRonmeNt http://industri16muslimah.blog.mercubuana.ac.id

Poerwanto, Eko dan Zabidi, Yasrin, 2005. Pengembangan Quality Assurance Perguruan    Tinggi dengan Pendekatan Metode Quality Function Deployment. STT-Adisutjipto, Yogyakarta

Saputra, Suhar. 2007. Konsep Penjaminan Mutu. http://uharsputra.wordpress.com

https://surabaya.proxsisgroup.com/pentingnya-quality-assurance/

https://accurate.id/marketing-manajemen/quality-assurance-adalah-salah-satu-penentu-tingginya-kualitas-suatu-produk/

  Mazur, Glenn H., 1996. The Application of Quality Function Deployment to Design A Course in Total Quality Management at The University of Michigan College of Engineering. http://www-personal.engin.umich.edu/-gmazur/ tqm.html

 

Comments